 |
Nilmaizar (kanan) bersama Novan Setya Sasongko saat konferensi pers/foto semenpadangfcid
|
Semen Padang harus menerima kanyataan pahit usai dicukur tanpa ampun oleh tuan rumah Madura United dengan skor telak 6-0. Kekalahan tersebut adalah kekalahan terbesar Semen Padang semenjak kembali ke kasta tertinggi sepak bola Nasional dari tahun 2009 silam.
Peter Odemwingie jadi bintang pada pertandingan tersebut dengan menorehkan hattrick. Tiga gol tuan rumah lainnya disumbangkan Greg Nwokolo dua gol, serta satu gol melalui titik putih Bayu Gatra.
Mendapati tim dipermak habis-habisan oleh tuan rumah, Pelatih Kabau Sirah, Nilmaizar menyebut tim pelatih akan melakukan evaluasi atas kekalahan memalukan kali ini.
Menurut Pelatih asli Ranah Minang itul, kelengahan lini belakang dalam meredam keganasan penyerang-penyerang Madura United menjadi catatan serius pelatih asal Payakumbuah itu.
Tidak siapnya lini tengah dalam memutus serangan Laskar Sape Kerrap membuat Semen Padang harus pulang dengan kekalahan telak.
”Hasil ini sangat tidak bagus bagi kami, kami tidak salahkan satu pemain, anak-anak juga kehilangan mental sejak gol pertama, padahal pada 10 menit awal kami bermain bagus dan menciptakan beberapa peluan,” ujar Nilmaizar.
Pemain belakang Semen Padang, Novan Setya Sasongko, ini menjadi kado pahit bagi Semen Padang sebelum pulang menuju lebaran, bek kiri ini setelah pulang ke Padang seluruh akan kembali bekerja keras untuk memperbaiki permainan.
”Kami akan bekerja keras lagi untuk meningkatkan permaianan tim dan kedapan akan menampilkan Semen Padang yang kuat dalam bertahan,” ujarnya.
Kekalahan tersebut jadi kado menyakitkan bagi Semen Padang jelang libur lebaran. Di papan klasemen posisi mereka masih tertahan di peringkat 13 dengan koleksi 14 poin, unggul delapan poin dari Perseru Serui yang menghuni zona degradasi.